Saturday, February 7, 2015

Hardship and Sincerity

Alhamdulillah 'ala kulli haal
Through hardship and sincerity
During our world of filthy
We end up close very firmly

Alhamdulillah 'ala kulli ni'mah
Through hardship and sincerity
Friendly faces become the priority
Togetherness we sparkle brightly

Alhamdulillah, Allahu Rabbi
Through hardship and sincerity
We struggle in His Mercy
And you showed me the legacy
So we tried our best in this circle of happy



kalamwarkah / 16.20 p.m/ 17 rabiul akhir 1436H / Terengganu, Malaysia

Thursday, January 22, 2015

Kau dan dia

Dan kerana mengikat ikatan itu harus
Tapi bukan dek oleh kasih dan sayang
Terjalin akibat dari suatu peristiwa
Hanya kau bukanlah pemanis bahagia
Dalam citarasa sebuah keluarga

Senggang waktu bermula
Bila kau dan dia bersua
Ditegur tak ingin, apatah lagi disapa
Jauh lagi mengenal hati budi sesama
Kau dan dia mungkin ada beza
Kau dan dia mungkin bersengketa
Ditambah pula ragam manusia
Tapi kau harus tau
Allah jadikan kita bersaudara
Amarah itu biarlah dari api jadi bara
Yang jadi arang pada akhirnya
Sungguh Nabi itu lebih mulia
Ambillah iktibar darinya

Mungkin kerana terlalu lama kau berdiam dalam luka
Kini kau lebih inginkan kehormatan daripada segalanya
Benar seribu kebaikan tak mampu menutup satu kesalahan
Umpama debu yang menjadi alahan
Selamat bila dijauhi, bahaya bila didekati
Mungkin kau dan dia perlu berpisah seketika

Mungkin kau dan dia perlu masa
Bekalkan secukupnya buat sang jiwa
Santapan Islami buat qalbumu
kata-kata bijaksana buat fikirmu
Agar dapat menghapus sengketa lama

Ya aku bukanlah si baik yang pandai menasihati
Aku hanya ingin melihat kau dan dia baik kembali
Marah hanya membuatmu merugi
Kerana pada akhirnya kita bakal mati
Untuk siapa kita lakukan semua ini
Lakukanlah ikhlas kerana Ilahi
Dan ingatlah wasiat Sang Nabi
" jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara "
Agar kelak kau dan dia akan bahagia.

kalamwarkah / 1 Rabiul Akhir 1436 H / 20:51 /sambil membelek-belek 'Dalam Dekapan Ukhuwah - Salim A. Fillah'

Thursday, November 20, 2014

Couple Weeks Ago

Bismillahirrohmanirrohim,

Couple weeks ago, I intended to make a to-do-list when I got back home. I remembered on how I really want to update my blog so much as I feel like I had lost my sense of writing. Not good in making quotes and inspirational ideas anymore. Am I sad? Yeah!  But I did some reflections. The environment has become a great influenced in my upside down life. Ough, please be more thankful Azurin! When we look around, we'll see how many wonders of life that Allah had shown to us. Try to put ourselves in their problems, well then, you might see how big are the problems. But above from all of that, Allah is greater among them. So keep coming and running towards Allah, because He'll never leave us. Instead, we did. Astaghfirullahalazim. May Allah always put us in His path. In my writings, all I did was to me myself, so then I can do a reflection or many reflections whenever I lost, a U-turn I should called.

For those who are reading my blog, is just a story to be shared. Long time ago, I couldn't believe how I can be involved in writings but still, Alhamdulillah, I did. And thanks to them, I learned a lot. Then Allah make me sat in a group we called usrah and together we named it as baitul sakinah, It's a pray. Aaminn. During our preclinical years we are the eager ones, the hardworking ones and the cheerful ones when it comes about teamwork. Allah has brighten our days in Makassar. It has been the most place I miss so much. From usrah I learned some arabic words and until today, my to-do-list is to learn arabic. Insya Allah. Then, those brighten days have become gloom and raining, sometimes stormy when we encountered with the life as a co-assistant (clinical years), hectic schedules makes me feel lazy to attend an usrah, "Forgive me ya Allah, for I am forgetful." But then, I will be reminded by those words, "Awak pergi usrah tak hari ini?," "Awin jom pergi usrah," which have taught me well the benefit of sisterhood. Alhamdulillah. One would not be able to survive until someone gets together. Jazakallahu khayran kathira ya akhowat.

One of them is going to leave us but she'll then build a house in Jannah. Insya Allah. Mabruk alayk ya ukhti. Our prayers is always with you. May Allah strengthen our ukhuwwah even in the future we might not be able to sat in the same circle we used to. Deep of my heart, I know Allah has a plan for us. Insya Allah we will sailing in same ship. The sweetness of faith and the sweetness of sisterhood in Islam. Allahumma aaminn. 

p/s:Ignore my bad grammar. I make a mini book, regarding to write my a-to-do list. And yes, I have changed the name of the book to be a-must-do-list. Insya Allah.

kalamwarkah/20.28pm/in my room/Terengganu

Friday, September 5, 2014

Ingin menangis seperti Rasulullah

Bismillah...

Aku mudah menangis. Biarpun hal-hal sepele akan kujadikan ia seperti beban besar digalas, dipikul di pundakku ini. Berat buat tubuh sang kecil, didukung tak sanggup, digendong tak mahu. Aku ingin kuat, aku tak ingin menangis tapi tetap, serpihan kaca menampakkan dirinya jelas di mataku, jatuh pecah lagi hingga sakitnya itu dirasa. Menangis dan menangis lagi hingga akhirnya aku tertidur di atas tilam empuk sambil nota-nota orthopaedic digenggam erat. Lagu Langit diputar, bait-bait kata itu dihayati.

Terbang, Terbang Tinggi Walau
Tanah Di Kaki
Kan Ku Cari Langit
Terbang, Terbang Tinggi Awan
Biru menanti bersama Pelangi
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku mencari laman-laman sosial rohani, akhirnya Allah pertemukan satu halaman, "Gloomy sunset", hingga aku merasa, harusnya aku menangis seperti Rasulullah, biarpun sudah dijanjikan syurga buat baginda, kekasih Allah, namun baginda menangis, beribadah dan bersyukur. Tidakkah aku bersyukur? Yakinlah bahwa ini adalah ujian dari Allah, ujian yang hamba-Nya mampu menghadapinya bukan?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari tetap aku lewati, tetap aku gagahi. Aku ingin kuat lagi, mengharap hanya pada Ilahi. Panas terik dulu sudah aku lewati, hujan badai telah aku gagahi jua. Kini harus yakin sahaja hanya pada Allah. Sekarang harus lebih kuat lagi. Above from all, Allah is everything. Okay, no more cry Azurin! 3 more weeks to go and you are done Azurin! Please be strong and tawakal tu al-Allah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Di suatu malam Rasulullah berkata kepadaku, “Wahai Aisyah…, biarkanlah aku beribadah kepada Rabbku malam ini” Aku berkata, “Demi Allah, sungguh aku sangat suka berdekatan denganmu, (akan tetapi) aku suka apa-apa yang membuatmu senang” Maka Nabipun berdiri dan bersuci lalu beliau sholat. Maka beliau terus menangis hingga tangisan beliau membasahi pangkuan beliau (*tatkala duduk)…, kemudian beliau terus menangis hingga membasahi janggut beliau.., kemudian beliau terus menangis hingga membasahi lantai. Lalu datang Bilal mengumandangkan adzan sholat subuh. Tatkala Bilal melihat Nabi menangis maka Bilal pun berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau menangis?, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang?”. Nabi berkata, “Tidakkah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?, sungguh telah turun kepadaku malam ini sebuah ayat, celaka orang yang membacanya dan tidak merenungkannya”
Abdullah bin Asy-Syikkhiir radhiallahu ‘anhu berkata“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami dan di dada beliau ada suara sebagaimana suara air yang sedang mendidih karena tangisan” 
(HR Abu Dawud no 904, At-Thirmidzi di Syamaail no 321, dan An-Nasaai no 1214. Ibnu Hajar menyatakan bahwa isnadnya kuat (Fathul Baari 2/206) dan dishahihkan oleh Al-Albani

6 September 2014/ 14.52 pm
*Barakallahu lakuma buat kakandaku tersayang Aida Syahira dan suaminya, Asrur ( Semoga mencapai pernikahan sakinah mawaddah warahmah )