Ingin menangis seperti Rasulullah

Bismillah...

Aku mudah menangis. Biarpun hal-hal sepele akan kujadikan ia seperti beban besar digalas, dipikul di pundakku ini. Berat buat tubuh sang kecil, didukung tak sanggup, digendong tak mahu. Aku ingin kuat, aku tak ingin menangis tapi tetap, serpihan kaca menampakkan dirinya jelas di mataku, jatuh pecah lagi hingga sakitnya itu dirasa. Menangis dan menangis lagi hingga akhirnya aku tertidur di atas tilam empuk sambil nota-nota orthopaedic digenggam erat. Lagu Langit diputar, bait-bait kata itu dihayati.

Terbang, Terbang Tinggi Walau
Tanah Di Kaki
Kan Ku Cari Langit
Terbang, Terbang Tinggi Awan
Biru menanti bersama Pelangi
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku mencari laman-laman sosial rohani, akhirnya Allah pertemukan satu halaman, "Gloomy sunset", hingga aku merasa, harusnya aku menangis seperti Rasulullah, biarpun sudah dijanjikan syurga buat baginda, kekasih Allah, namun baginda menangis, beribadah dan bersyukur. Tidakkah aku bersyukur? Yakinlah bahwa ini adalah ujian dari Allah, ujian yang hamba-Nya mampu menghadapinya bukan?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari tetap aku lewati, tetap aku gagahi. Aku ingin kuat lagi, mengharap hanya pada Ilahi. Panas terik dulu sudah aku lewati, hujan badai telah aku gagahi jua. Kini harus yakin sahaja hanya pada Allah. Sekarang harus lebih kuat lagi. Above from all, Allah is everything. Okay, no more cry Azurin! 3 more weeks to go and you are done Azurin! Please be strong and tawakal tu al-Allah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Di suatu malam Rasulullah berkata kepadaku, “Wahai Aisyah…, biarkanlah aku beribadah kepada Rabbku malam ini” Aku berkata, “Demi Allah, sungguh aku sangat suka berdekatan denganmu, (akan tetapi) aku suka apa-apa yang membuatmu senang” Maka Nabipun berdiri dan bersuci lalu beliau sholat. Maka beliau terus menangis hingga tangisan beliau membasahi pangkuan beliau (*tatkala duduk)…, kemudian beliau terus menangis hingga membasahi janggut beliau.., kemudian beliau terus menangis hingga membasahi lantai. Lalu datang Bilal mengumandangkan adzan sholat subuh. Tatkala Bilal melihat Nabi menangis maka Bilal pun berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau menangis?, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang?”. Nabi berkata, “Tidakkah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?, sungguh telah turun kepadaku malam ini sebuah ayat, celaka orang yang membacanya dan tidak merenungkannya”
Abdullah bin Asy-Syikkhiir radhiallahu ‘anhu berkata“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami dan di dada beliau ada suara sebagaimana suara air yang sedang mendidih karena tangisan” 
(HR Abu Dawud no 904, At-Thirmidzi di Syamaail no 321, dan An-Nasaai no 1214. Ibnu Hajar menyatakan bahwa isnadnya kuat (Fathul Baari 2/206) dan dishahihkan oleh Al-Albani

6 September 2014/ 14.52 pm
*Barakallahu lakuma buat kakandaku tersayang Aida Syahira dan suaminya, Asrur ( Semoga mencapai pernikahan sakinah mawaddah warahmah )

Comments

Popular Posts